Di Era serba canggih, teknologi tidak bisa
dikesampingkan eksistensinya. Ia hadir di tengah-tengah lingkaran masyarakat, dengan
cepat pula menjadi pusat perhatian. Hampir keseharian hidup manusia saat ini didukung
oleh teknologi, mulai dari segi pekerjaan, perdagangan, ekonomi, bahkan pintu
dunia pendidikan membuka lebar-lebar dan mempersilahkan teknologi tersebut masuk
dalam ruangan. Mau tak mau guru yang hidup di dalamnya mulai menjamu dan
mencoba akrab dengan teknologi. Hal tersebut yang dilakukan oleh guru SMKN 1
Wringin, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.
Saat ini kalangan masyarakat umum khususnya generasi
millennial demam menggunakan aplikasi capcut sebagai sarana meluapkan
ekspresi mereka dalam bentuk video yang menarik. Dampaknya, dunia guru yang
kerap akrab dengan siswa-siswi dipaksa untuk bangun dan tidak terlena pada zona
nyamannya. Guru harus mampu berinovasi, membaur membersamai siswa-siswi dalam
berekspresi.
SMKN 1 Wringin yang dinahkodai oleh Rohmawati dengan
para penumpang yaitu guru-guru hebat yang memiliki kemauan untuk terus
berkembang mengikuti zaman mengadakan kegiatan workshop tentang “Kreasi
dan Editing Video Pembelajaran dengan Capcut”. Kegiatan tersebut
diselenggarakan di aula SMKN 1 Wringin pada hari rabu (12/07/2023) hingga kamis
(13/07/2023). Fokus kegiatan workshop ini adalah membekali guru SMKN 1
Wringin untuk membuat video pembelajaran dengan menggunakan software capcut.
Sambutan hangat dari Kepala Sekolah yang sudah
mengemban tugas selama kurang lebih lima tahun di daerah barat Kabupaten
Bondowoso ini berujar bahwa “Tujuan workshop untuk mengembangkan dan
menguatkan proses pembelajaran dalam menyikapi kurikulum merdeka yang mulai
diterapkan tahun 2021. Diharapkan SMKN 1 Wringin bisa meng-upload hasil
karyanya dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM)”.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, sekolah
yang melekat dengan slogan “Creative Preneur” merangkul narasumber ulung
yang berasal dari Kabupaten Trenggalek yakni Rachmad Effendi Teguh Santoso,
M.Pd. atau lebih akrab disapa “Cak Rachmad”.
Kegiatan dimulai dengan sambutan menggelora dari Cak
Rachmad yang menggugah energi positif bagi peserta workshop. Sebagai
pemantik agar lebih semangat, guru mata pelajaran Fisika SMKN 2 Trenggalek ini memulai
dengan game pembelajaran berbasis web yakni kahoot.
Peserta mengikuti game dengan antusias dan senang, sekaligus game
ini memberikan makna tersirat pada guru bahwa asesmen (penilaian) tidak harus menggunakan
media tulis/kertas, namun juga bisa dilakukan secara online dan lebih kreatif.
Narasumber yang merupakan Duta
Teknologi KEMDIKBUDRISTEK 2018 memaparkan bahwa “Dalam membuat video pembelajaran,
durasi ideal video adalah minimal empat menit dan maksimal sepuluh menit.
Mengapa demikian? Karena jika waktu terlalu singkat, maka video kurang menarik. Jika terlalu lama, maka video
cenderung membuat penonton bosan”.
“Sebaik atau sebagus apa pun media pembelajaran yang
bapak ibu guru buat, jika suasana kelas kurang nyaman atau kurang kondusif,
maka media yang sudah kita rancang tidak akan tersampaikan maksimal” tambah
sosok yang pernah menjadi terbaik III guru inspiratif GTK KEMDIKBUDRISTEK 2020
jenjang SMK.
Tidak ingin terbuai oleh materi, Cak Rachmad juga membersamai
para punggawa SMKN 1 Wringin melakukan praktik membuat video pembelajaran
menggunakan software capcut. Dimulai dengan merancang skenario video,
shooting, editing video, ditutup dengan presentasi video
pembelajaran yang telah dibuat.
Alvin merupakan salah satu guru
jurusan DKV merasa materi pembuatan video ini sangat bermanfaat dan inovatif,
terlebih pada pusaran arus teknologi. “Sebagai guru DKV, saya sangat
mengapresiasi dan mendukung apabila guru SMKN 1 Wringin aktif dalam membuat
video pembelajaran. Selain bisa menarik antusias siswa dalam belajar, video
pembelajaran bisa menjadi salah satu jalan meningkatkan kapabilitas sekolah”, tutur
Alvin dengan hati yang berbunga-bunga.(Arini)